Mendapati, Ini Syarat Hotel dan Restoran Dapatkan Dana Hibah dari Kemenparekraf

Suara. com kepala Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak para pelaku industri hotel dan restoran untuk memahami kriteria dan mekanisme di dalam memperoleh dana hibah pariwisata 2020.

Menparekraf, Wishnutama Kusubandio, mengatakan dana menyumbangkan pariwisata ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan finansial dan recovery penurunan pendapatan asli wilayah (PAD) akibat pandemi.

“Untuk memanfaatkan program itu, para pelaku industri hotel dan restoran perlu memahami kriteria dan mekanisme dalam memperoleh dana derma pariwisata ini, ” ujar Wishnutama dalam pernyataannya seperti dikutip pada laman Kemenparekraf RI, Selasa (10/11/2020).

Bersandarkan Keputusan Menparekraf Nomor KM/704/PL/07. 02/M-K/2020 mengenai petunjuk teknis hibah pariwisata dalam rangka PEN 2020, patokan daerah penerima hibah pariwisata jarang lain, beroperasi di wilayah yang tercakup dalam 10 Destinasi Istimewa Prioritas (DSP).

Baca Juga: Jarang Ditempati, Alasan Muzdalifah Ubah Rumah Kaya Jadi Kafe

Kemudian, 5 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), Ibu Tanah air Provinsi, Destinasi Branding, Daerah secara Realisasi Pajak Hotel dan Restoran minimal 15 persen dari mutlak PAD Tahun anggaran 2019, serta Daerah yang termasuk 100 Calender of Event (COE).

“Untuk pembagian uang hibah pariwisata total Rp3, 3 triliun, dengan terbagi sebesar 70 persen untuk dialokasikan sebagai tumpuan kepada industri hotel dan restoran. Sedangkan, 30 persen digunakan negeri daerah untuk penanganan dampak lantaran pandemi Covid-19, ” jelasnya.

Sementara tersebut, Wishnutama menambahkan yang berhak menyambut dana hibah pariwisata ini merupakan hotel dan restoran yang pantas database wajib pajak hotel serta restoran tahun 2019 di wilayah penerima hibah, hotel dan restoran yang masih berdiri dan masih beroperasi hingga pelaksanan dana pemberian pariwisata pada Agustus tahun 2020.

Kemudian, hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha yaitu Tanda Daftar Cara Pariwisata (TDUP) yang masih legal, serta hotel dan restoran yang membayarkan dan memiliki bukti pembayaran PHPR pada 2019.

Dia juga menetapkan dana hibah ini merupakan kewenangan pemerintah daerah itu sendiri, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga pemberitahuan, dengan tetap memperhatikan petunjuk teknis yang telah dibuat.

Baca Juga: Joe Biden Menang, Restoran Mi Ini Langsung Dipadati Pengunjung

Sehingga, diharapkan dapat menghubungi pemerintah daerah per.

“Saya harap pemerintah daerah dapat membangun dalam memberikan informasi kepada pelaku industri hotel dan restoran terpaut mekanisme dana hibah pariwisata 2020, agar pelaku industri hotel serta pariwisata bisa segera memanfaatkan pemberian hibah ini untuk membangkitan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, ” tuturnya.

Comments are closed

Compare