Jangan Keliru! Profesor Bukan Gelar Akademik, Tapi Jabatan Fungsional

–>

Suara. com semrawut Gelar akademik yang digunakan saat ini di Nusantara adalah sarjana bagi lulusan S1, master untuk S2, dan ahli setelah menempuh sekolah S3. Bagaimana dengan profesor?

Pada berbagai perguruan mulia mudah ditemui dosen yang disebut sebagai profesor. Namun yang kerap kali publik keliru bahwa profesor bukan gelar akademis, melainkan jabatan fungsional.

“Kita ketahui profesor bukan gelar akan tetapi jabatan akademik tertinggi jadi harus melalui proses. Kalau gelar tersebut bisa diberi, tapi ini engga, ” kata Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristekdikti Prof. dr. Ali Gufron Mukti dalam siaran langsung pada kanal BNPB, Kamis (6/8/2020).

Gufron menyebut, tipikal orang Indonesia memang banyak yang mau memiliki gelar akademik. Tetapi salah mengartikan profesor sebagai gelar.

Padahal pada luar negeri, jabatan profesor diberikan tenggak waktu. Hanya disematkan semasa seseorang masih berkontribusi di kampus, kata Gufron.

“Kalau masih dalam fungsi pokok dosen, ya ditulis. Akan tetapi kita gak seperti itu, ” kata Gufron.

Ia menyampaikan bahwa selain dosen, yang bisa mendapatkan kedudukan profesor hanya peneliti.

Anggota Tim penilaian BUNGKUS Dosen Ditjen Dikti Kemendikbud prof. Sutikno menegaskan, bagi dosen yang ingin mendapat jabatan profesor kudu memiliki karya ilmiah. Meski sejenis, menurutnya, syarat tersebut tidak sungguh-sungguh sulit.

“Harus punya karya. Untuk patokan di Indonesia masih sangat barangkali dicapai dosen yaitu satu artikel di jurnal internasional bereputasi, ” katanya.

Selain itu, sejumlah syarat administrasi harus dipenuhi bagi calon profesor, salah satunya berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B. Secara

Comments are closed

Compare